Kelahi Dengan Tuhan

Malam berlekuk panjang. Berujung kecil seperti sabit bulan. Ku sandarkan diri pada rapuh waktu. Biar saja. Biar diriku terantuk batu.

Berkali-kali ku acungkan jari tengahku ke wajah-Mu. Sembari ku ucap segala pinta. Biar saja. Biar Engkau murka.

Berkali-kali ku patahkan kedua tangan-Mu. Dengan api neraka, ku bakar kedua telapak kaki-Mu. Biar saja. Biar tak ada lagi yang memuja-Mu.

Dengar! Dengarlah langit, kini Dia adalah tawanan nafsuku.

Berkali-kali ku lempar kotoran ke  atap-atap ketinggian-Mu. Bahkan, pernah aku kencingi rumah-Mu dengan air maniku. Biar saja. Biar mereka tak lagi sebut nama-Mu.

Tuhan,

Aku hanya ingin Kau tahu, nama-Mu telah kucoret dari dinding hatiku.

Termangu aku oleh sikap-Mu. Kau balas aku dengan waktu. Kau tumpahkan amarah-Mu pada mereka. Hamba-Mu, yang Kau puji dalam firman-firman Mu.

Bukankah ada ku untuk tunduk kepada-Mu? Mengapa Kau hanya tumpahi aku dengan gerimis-Mu?

Tuhan, aku ingin yang lebih besar dari itu. Sungguh! Jangan Kau anggap aku gurau. Haruskah aku langsung menghadap-Mu?

Jangan Engkau takabur hanya karena Kau dianggap Tuhan. Hingga Kau berhak mengasihi dan memaafkan hamba-Mu.

Tapi, jauh di hatiku, Kau memang Tuhanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: